
Roma (Espos)–Ducati tampaknya benar-benar tak ingin melepaskan buruan mereka, Valentino Rossi untuk bergabung dengan mereka.
Setelah kabar akan bergabungnya Rossi dengan pabrikan asal Italia tersebut sedikit mereda, tim yang dikenal akrab dengan motor merahnya tersebut kembali mengembuskan berita hangat.
Entah dimaksudkan untuk menggoda Rossi atau dalam rangka menempatkan tim ini sebagai pihak pertama dan utama yang menginginkan juara dunia asal Italia itu, Ducati melalui Chief Executive Officer (CEO), Gabriele Del Torchio, menegaskan Rossi akan beralih ke tim Ducati MotoGP musim depan.
Sementara itu, FIAT yang juga asal Italia dan kini masih menjadi sponsor utama Rossi belum bisa dikonfirmasi tentang hal itu.
Namun komentar Del Torchio itu tampaknya untuk menjawab keraguan bahwa hal itu (kepindahan Rossi) akan terjadi.
“Musim ini tidak mungkin membawa Ducati meraih gelar juara, tetapi ke depan saya berharap dapat bekerja sama dengan Valentino Rossi serta Nicky Hayden,” katanya kepada Cycle World, Rabu (4/8).
“Nicky adalah sosok yang menyenangkan dan pembalap besar. Tahun ini, di memberikan banyak kontribusi untuk meningkatkan kualitas pembalap Desmosedici kami.”
“Tahun depan, dia dan Valentino akan menambah ketajaman motor tersebut untuk mendapatkan kemenangan.”
Rossi disebut-sebut akan memutuskan tentang masa depannya saat berlaga di MotoGP Rep Cheska di Sirkuit Brno mendatang.
Sementara itu, pembalap Ducati saat ini, Casey Stoner telah siap hengkan ke Honda pada 2011, sedangkan Yamaha diprediksi akan mempromosikan Ben Spies di skuat satelit mereka yaitu Tech 3.
Rossi kini berada di urutan kelima klasemen sementara namun itu karena dia absen dalam empat balapan setelah mengalami patah tulang kaki di Mugello.
Absennya Rossi menjadi berkah bagi Lorenzo yang kini melesat di posisi puncak dengan 138 poin dan paling berpeluang merebut gelar juara dunia musim 2010. Posisi kedua ditempati rival utamanya dari tim Honda, Dani Pedrosa.
Kamis, 19 Agustus 2010
Rossi pindah ke Ducati
Diposting oleh Adhy' blogger di 10.10 0 komentar
Selasa, 13 April 2010
Jerman: Utang "Panser" Bersatu

Minggu,3 Januari 2010 | 20:57 WIB
Jerman: Utang "Panser" Bersatu
JERMAN tampil di putaran final Piala Dunia sudah jadi langganan. Ini merupakan partsipasi yang ke-17 bagi Jerman, jika dihitung dengan Jerman Barat.
Tergabung di Grup 4 Zona Eropa, "Tim Panser" tampil impresif dalam babak kualifikasi. Dari delapan pertandingan yang dilakoninya, tim besutan Joachim Loew ini tak terkalahkan dengan meraih enam kemenangan dan sisanya hasil imbang. Jerman pun keluar sebagai juara grup.
Berkat penampilan yang impresif tersebut, Jerman kembali difavoritkan menjadi juara di Afrika Selatan. Anggapan tersebut sepertinya memang sangat berdasar. Selama pesta akbar ini digelar 18 kali, Jerman berhasil menjadi juara tiga kali. Mereka tampil menjadi juara pada Piala Dunia 1954, 1975, dan 1990.
Tiga gelar tersebut diraih saat Jerman masih terbelah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Setelah Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu dalam proses unifikasi pada Oktober 1990 yang ditandai runtuhnya tembok Berlin pada 1989, daya gempur "Tim Panser" seperti macet. Pasalnya, setelah proses unifikasi tersebut tak sekalipun Jerman menjuarai Piala Dunia.
Pada Piala Dunia 2006 yang digelar di rumahnya sendiri, Michael Ballack dkk nyaris menjadi juara. Namun, mereka gagal melaju ke final setelah disingkirkan Italia di semifinal. Meskipun demikian, Jerman berhasil mengobati kekecewaan publik dengan berhasil menjadi juara ketiga setelah mengalahkan Portugal 3-1.
Setelah unifikasi tersebut, praktis Jerman hanya mampu meraih juara di level Piala Eropa. Berkat polesan Berti Vogts, Jerman berhasil menjadi juara di Piala Eropa 1996 yang diselenggarakan di Inggris. Saat itu, Jerman menjadi juara setelah mengalahkan Republik Ceko 2-1.
Oleh karena itu, besar harapan publik Jerman dapat bangkit dan menunjukkan kedigdayaannya kembali seperti yang ditorehkan saat masih bernama Jerman Barat. Tim julukan "Panser" itu sudah bersatu. Jika dulu terpisah, harusnya setelah bersatu makin kuat. Itu yang ingin ditunjukkan Jerman. Gelar Piala Dunia seperti utang Jerman Bersatu yang harus segera dilunasi.
Lalu apakah Jerman mampu menjadi juara? Kita tunggu saja bagaiamana kekuatan "Tim Panser" menaklukkan Australia, Ghana, dan Serbia. (Ferryl Dennis)
Statistik
Top Skor: Miroslav Klose (7 Gol)
Skuad
Kiper:
Manuel Neuer
Tim Wiese
Bek:
Andres Beck
Jerome Boateng
Arne Friedrich
Philip Lahm
Per Martesacker
Mesut Ozil
Marcel Schafer
Heiko Westermann
Gelandang:
Michael Ballack
Christian Gentner
Thomas Hitzlsperger
Marko Marin
Piotr Trochowski
Penyerang:
Miroslav Klose
Mario Gomez
Aaron Hunt
Stefan Kiessling
Thomas Muller
Lukas Podolski
Diposting oleh Adhy' blogger di 01.29 0 komentar
Rabu, 30 Desember 2009
Rossi dan Button di Puncak Dunia

Jakarta - Perebutan gelar di dua kompetisi balapan bergengsi, MotoGP dan F1, berakhir di bulan Oktober. Valentino Rossi dan Jenson Button sama-sama memastikan titel ketika masih terdapat satu seri tersisa.
Button berhasil meraih gelar juara di ajang jet darat setelah finis kelima di GP Brasil, Senin (19/10/2009) dinihari WIB. Meski tak menjejak podium, perolehan poinnya sudah tidak dapat dikejar pesaing-pesaing lainnya.
Namun sukses tersebut tidak menjadi milik Button semata. Brawn GP, tim di mana pembalap asal Inggris ini bernaung juga berhasil merengkuh titel konstruktor
pada saat bersamaan.
Khusus bagi Button, gelar tersebut merupakan yang pertama sejak sembilan tahun kiprahnya di F1. Di samping itu dia juga menjadi pemblap dari Britania Raya yang ke-10 yang pernah menjadi juara dunia di kasta tertinggi.
Berselang satu pekan kemudian, giliran ajang roda dua yang menahbiskan juara dunia di musim 2009 ini. Adalah Rossi yang tampil konsisten sejak awal tahun yang sukses mengamankan titel di kelas para raja.
Kepastian gelar terebut datang di GP Malaysia di mana pembalap asal Italia itu finis di posisi tiga dan sudah bisa memmastikan perolehan poinya tidak mungkin disusul rider lain. Ini merupakan gelar ketujuh di kelas primer sekaligus yang kesembilan di semua kelas bagi The Doctor.
Dengan capaiannya itu Rossi kini hanya kalah dari Giacomo Agostini untuk urusan gelar di juara dunia di kelas primer yang sudah berjumlah delapan.
Sementara itu di awal bulan, setelah sempat beberapa waktu menjadi desas-desus, Robert Kubica akhirnya resmi bergabung dengan Renault untuk musim depan. Pembalap yang kini masih di tim BMW Sauber itu akan mengisi tempat Fernando Alonso yang dipastikan hijrah ke Ferrari.
Pada 4 Oktober, Jorge Lorenzo berhasil menjejak podium teratas di GP Portugal. Dia mendominasi sesi latihan sampai kualifikasi, lantas menuntaskannya dengan memenangi balapan di Estoril. Casey Stoner menandai comeback-nya sebagai runner up.
Sedangkan di ajang NBA, debut Shaquille O'Neal bersama Cleveland Cavaliers berujung dengan kekalahan pada laga pembuka 2009/10. Sementara itu juara bertahan Los Angeles Lakers berhasil mendulang kemenangan dari rival sekota, Los Angeles Clippers.
Sementara itu dari atlet di Tanah Air, tim bulutangkis Indonesia tampil melempem di Denmark Terbuka Super Series. Cuma Simon Santoso bisa melaju ke partai puncak dan Simon pun berhasil mempersembahkan gelar setelah menang dari wakil Jerman, Marc Zwiebler.
Diposting oleh Adhy' blogger di 01.51 0 komentar

Manchester - Di awal musim ini, Sir Alex Ferguson mengaku mewaspadai kekuatan Chelsea. Kini ketika kewaspadaan itu terbukti adanya, Ferguson mengatakan bahwa The Blues merupakan ancaman utama bagi MU.
Agustus silam, Ferguson pernah mengungkapkan bahwa Chelsea dengan manajer baru Carlo Ancelotti bakal menjadi penantang Manchester United dalam upaya mempertahankan gelar Liga Primer sekaligus meraih yang keempat secara berturut-turut.
Sejauh ini, kewaspadaan Ferguson benar adanya. Chelsea memimpin klasemen sementara Liga Primer dengan poin 45, unggul lima angka dari "Setan Merah".
Racikan Ancelotti sejauh ini meraih 14 kemenangan, tiga kali seri, dan tiga kali kalah. Tim London Barat membukukan 45 gol dan kebobolan 16 gol.
Catatan ini lebih baik dari pasukan Ferguson yang 13 kali menang, sekali seri, dan lima kali kalah, dengan jumlah memasukkan dan kemasukkan adalah 40-18.
"Sejak awal musim saya menilai Chelsea sebagai ancaman terbesar kami dan pikiran itu tidak berubah hingga kini," kata Ferguson seperti dilansir dari Sportinglife.
"Chelsea membahayakan kami, karena mereka memiliki pengalaman yang luar biasa," lanjut manajer asal Skotlandia itu.
Meski musim ini belum ada tim yang menunjukkan dominasinya dengan kuat, namun Fergie tetap yakin bahwa The Blues merupakan kompetitor utama bagi Ryan Giggs dkk.
"Sejarah membuktikan bahwa pada akhirnya nanti persaingan akan menjadi milik dua tim saja," pungkas Ferguson.
Diposting oleh Adhy' blogger di 01.47 0 komentar
Lionel Messi Terbaik Sejagad

Zurich - Seperti telah diprediksikan, Lionel Messi menggondol penghargaan pemain terbaik FIFA 2009. Pengakuan tersebut melengkapi status terbaik yang dia dapat dari France Football di awal bulan lalu.
Dalam gala yang dilangsungkan di Zurich, Selasa (22/12/2009) dinihari WIB, Messi menggalahkan empat pemain lainnya yang jadi kandidat penghargaan tersebut. Keempat pemain tersebut adalah Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Kaka dan juara tahun lalu Cristiano Ronaldo.
Penghargaan ini melengkapi torehan Messi di sepanjang musim 2008/2009 yang memang sangat fantastis. Pesepakbola 22 tahun asal Argentina itu mengantar Barcelona meraih enam tropi, termasuk Piala Dunia Antar Klub di mana dia mencetak gol penentu kemenangan timnya dalam laga final kontra Estudiantes.
Messi sebelumnya juga sudah dikukuhkan menjadi yang terbaik oleh France Football dan berhak membawa pulang Ballon d'or. Sama seperti penghargaan FIFA ini, dia juga mengalahkan Ronaldo, Kaka, Iniesta dan Xavi.
Penghargaan lain yang sudah diraih Messi sebelumnya adalah pemain terbaik Liga Champions 2008/2009, pemain terbaik versi World Soccer serta top skorer Liga Champions dengan sembilan gol yang dia persembahkan buat The Catalans.
Pemain Terbaik 2009 FIFA
Lionel Messi: 1.073 poin.
Cristiano Ronaldo: 352 poin
Xavi: 196 poin
Diposting oleh Adhy' blogger di 01.40 0 komentar
Selasa, 01 Desember 2009
Boring . . . Bosan . . . Dengan semua keteganan Politik di Negri ini ? Santai sejenak ! masuk saja di link ketawa.com ! jadikan semua ketegangan itu menjadi ketawa kegirangan . . .
Diposting oleh Adhy' blogger di 03.32 0 komentar
Kalah Lagi dari Rossi, Lorenzo Sangat Kecewa
SACHSENRING, KOMPAS.com – Jorge Lorenzo kembali gagal menaklukkan Valentino Rossi saat mereka bertarung di GP Jerman, Minggu (19/7). Sempat menyalip dan memimpin beberapa putaran, Lorenzo akhirnya kalah dengan selisih waktu 0,099 detik dari rekan setimnya di Fiat Yamaha tersebut.
Ini nyaris serupa dengan apa yang tersaji di GP Catalunya 14 Juni lalu. Waktu itu, Lorenzo dan Rossi yang mendominasi pertarungan dan mereka menghadirkan drama menengangkan. Di tikungan terakhir menjelang finis, Rossi melakukan manuver dengan menikung sebelah dalam sehingga Lorenzo akhirnya harus puas finis di posisi dua.
Tak pelak, mantan juara dunia kelas 250cc tersebut kecewa. Dia mengaku tidak bahagia karena gagal naik podium nomor satu lagi meskipun sudah memimpin selama tiga lap, sebelum “The Doctor” mengambil alih pimpinan pada satu lap terakhir dan mampu mempertahankannya sampai garis finis.
“Saya sangan kecewa,” ungkap Rossi kepada televisi Italia1. “Tetapi kami telah finis dan naik podium lagi di mana ini merupakan hal yang penting, karena peluang untuk menjadi juara dunia masih sangat terbuka lebar,” tambah pebalap Spanyol tersebut.
Ya, balapan MotoGP musim 2009 ini masih tersisa delapan seri lagi. Artinya, kesempatan Lorenzo untuk mengejar Rossi yang kini memimpin klasemen sementara dengan total poin 176 masih sangat banyak. Apalagi, duo Yamaha tersebut hanya berselisih 14 angka.
Belajar dari dua persaingan tersebut (di Catalunya dan Sachsenring), Lorenzo tahu bahwa dia salah strategi. Menurutnya, melawan Rossi dia harus tampil agresif sejak awal sehingga bisa menciptakan jarak yang jauh. Dengan demikian, sulit bagi Rossi untuk mengejar lagi.
“Persoalannya, mungkin strategi yang diterapkan salah: Saya perlu menyalip Valentino secepat mungkin, karena jika tidak maka dia akan tampil maksimal dan melakukan manuver hebat di akhir lintasan lurus. Nah, setelah itu pasti sangat sulit untuk melewatinya lagi karena saya tidak melakukan rem dengan kuat.
“Jika agresif sejak awal, mungkin saya bisa menciptakan jarak yang jauh dengannya. Valentino sangat hebat dalam melakukan pengereman, dan saya merasa belum siap mengalahkannya. Kami sedang berusaha menuju ke sana dan mungkin suatu hari nanti kami bisa melakukannya.”
Diposting oleh Adhy' blogger di 03.10 0 komentar



